JAKARTA: PT Triwira Insanlestari menawarkan sebanyak-banyaknya 600 juta saham bernilai nominal Rp100 dengan kisaran harga Rp280-Rp420.

Jumlah tersebut mewakili 40% dari jumlah saham dalam portepel. Dengan kisaran harga penjualan sebesar Rp280-Rp420 per saham, maka perseroan diperkirakan meraup dana senilai Rp168 miliar-Rp252 miliar dari publik.


Direktur Utama Triwira Tommy Lybianto mengatakan sebanyak 70% dana hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja perseroan di tahun depan. Pasalnya, perseroan baru akan masuk bursa pada 5 Desember.

Namun, Tommy menolak menyebutkan modal kerja yang dianggarkan perseroan. "Ya, 70% dari hasil IPO itu," katanya, seusai paparan publik penawaran saham perdana kemarin.

Sebagian dana hasil IPO lainnya sebanyak 16% akan digunakan untuk pendirian dan perluasan gudang serta workshop di Jakarta, 10% untuk meningkatkan status perwakilan menjadi cabang utama sekaligus membangun workshop galery dengan konsep one stop center di Surabaya dan Balikpapan.

Sisanya sebesar 4% digunakan untuk melunasi sebagian utang perseroan di bank. Adapun jumlah utang perseroan di bank untuk per 31 Juli 2007 mencapai Rp23,85 miliar. Utang lain berupa utang usaha senilai Rp377 juta dan utang pajak Rp8,76 miliar.

Triwira bergerak dalam bidang perdagangan umum, impor-ekspor serta keagenan untuk beragam produk a.l. perlengkapan keamanan (safety equipment), permesinan, serta melayani jasa perbaikan dan perawatan. Perseroan memulai bisnis memasok barang dengan nama Hengtraco sejak 1968. Pada perkembangan berikutnya Hengtraco mendirikan Triwira sebagai anak usaha pada 1992.

Menurut Executive Director Investment Banking PT Danasakti Securities Rudy Triyunianto, harga penawaran Rp 280-Rp420 itu mencerminkan P/E (rasio harga dibandingkan dengan laba per saham) sebesar 10-15 kali. Padahal, level P/E industri perdagangan besar sebesar 23 kali dan pasar 21 kali.

"Itu berarti ada diskon yang cukup untuk penentuan harga saham perdana Triwira," tuturnya. Danasakti bersama dengan PT Optima Kharya Capital Securities bertindak sebagai penjamin emisi dalam proses IPO Triwira.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia